Karakteristik Senyawa Bahan Alam 2
Pada blog sebelumnya,
saya telah membahas sedikit tentang karakteristik dari senyawa strychnine yang
mana memiliki struktur seperti dibawah ini dengan penomoran :
Strychnine
Setelah pembahasan
mengenai karakteristik selanjutnya saya akan membahas tentang derivate dari
strychnine ini yang mana akan dibahas berdasarkan penggantian struktur atau
penambahan dengan substitusi pada senyawa nya.
Gambar diatas adalah
2-amino strychnine yang merupakan salah satu derivate yang mana pada cincin
indolenya pada no 2 bereaksi dengan N yang menyebabkan afinitas yang tinggi
untuk strychnine situs pengikat membran.
Pada derivate pertama,
pada gugus amida lebih tepatnya pada C9. Ikatan ketonnya dihilangkan sehingga
menjadi strychnidine.
Pada derivate kedua,
atom O dihilangkan pada cincin ke 10 dan ikatan rangkapnya mengalami konjugasi
sehingga menjadi didehydrostrychnidine.
Pada derivate ke
tiga, gugus keton dihilangkan dan ikatan
rangkapnya tidak mengalami konjugasi lalu ikatan rangkap pada C21 dan 22
dihilangkan sehingga menghasilkan dihydrostrychnidine.
Pada derivate ke empat,
dibentuknya ikatan keton pada C22, yang
mana dengan ini strukturnya menjadi hydroxydihidrostrychnidine.
Pada derivate ke lima,
terjadi pembentukan ikatan rangkap pada cincin C20 dan C1 sehingga senyawanya
menjadi neostrychnine.
Pada derivate ke enam,
terjadi perubahan struktur pada C24 yang mana O bereaksi dengan H sehingga
membentuk alkohol dan juga membentuk ikatan rangap pada C12 dan C13, menjadi
senyawa isostrychnine.
Hal tersebut juga
berlaku untuk derivate ke 7 dan 8. Masing masing derivate ini memiliki fungsi
yang hampir sama yang berperan secara antagonis dalam tubuh manusia dalam
aktivitas glisin. Aktivitas glisin kuat apabila cincin dengan C21 dan C22
terdapat ikatan rangkap.
Senyawa Nikotin.
Nikotin ini merupakan sebuah
alkaloid yang merupakan golongan dari piridin dan pirolidin. Setiap cincinnya
memiliki sifat yang berbeda yang mana pada piridin ini lebih mudah masuk dalam
reaksi substitusi aromatik elektrofilik dan dia rentan terhadap substitusi
nukleofilik yang dibuktikan dengan kemudahan metalasi oleh basa organologam
yang kuat. Pirolidin sendiri, dalam kimia organik dia digunakan untuk
mengaktivasi keton terhadap adisi nukleofilik dengan pembentukan imina.
Pada derivate pertama
yaitu (S)-Cotinine, senyawa nicotine pada gugus pirolidinnya terjadi pembuatan keton
dan juga pada atom Nnya terdapat gugus metil yang mana senyawa ini adalah
indikator yang biasanya dipaparkan dari asap rokok yang menyebabkan dampak
negatif dan dapat membuat keracunan
Pada derivate kedua
yaitu myosmine, senyawa nikotinnya pada cincin pirolidin membentuk satu ikatan
rangkap yang mana fungsinya hampirsama dengan nikotin yang tidak baik bagi
tubuh dan dapat menyebabkan candu dan keracunan.
Permasalahan
1. Dalam nikotin sendiri
memiliki 2 gugus alkaloid yaitu piridin dan pirolidin. Jelaskan menurut anda kereaktifan dari cincin piridinnya jika direaksikan dengan suatu gugus fungsi yang
lain?
2. Dari beberapa sumber, nikotin ini memiliki dampak positif dan juga negatif. Tapi mengapa lebih cenderung pada dampak negatifnya?
3. Bagaimana reaksinya
sehingga nikotin ini berbahaya bagi tubuh kita. Contohnya pada perokok?
Assalamualaikum wr wb.
BalasHapusSaya Khairil Liza
NIM A1C117036
Saya akan mencoba menjawab permasalahan no 3 dari sulviana.
Rokok dapat menyebabkan kerusakan dalam tubuh kita, salah satunya adalah paru-paru, yang membuat kerja paru-paru tidak normal lagi. Hal ini disebabkan karena apabila hemoglobin dalam darah menyerap karbondioksida dan oksigen, maka hemoglobin itu akan lebih mudah membawa karbondioksida daripada oksigen. Nikotin yang terbawa dalam aliran darah ini juga akan mempengaruhi bagian tubuh kita yang lainnya.
Terimakasih.
Halo sulviana perkenalkan nama saya ira nim 010 akan mencoba menjawab permasalahan no 1. Menurut saya cincin piridin mempunyai kereaktifan rendah terhadap substitusi elektrofilik. Hal ini dikarenakan sifat elektronegatif nitrogen dari piridin. Semoga membantu
BalasHapus2. Nikotin bertindak sebagai agonis (senyawa yang akan menimbulkan efek) di kebanyakan sel-sel reseptor asetilkolin nikotin (nAChRs) di dalam tubuh.
BalasHapus